RUU PENYADAPAN PERLUKAH?????

Januari 17, 2010

Perlukah?????

Tampaknya negeri kita ini tak pernah lepas dari yang namanya kontroversi. Pemerintah kembali merancang UU yang sangat kontroversial yaitu RUU penyadapan, RUU ini dirancang untuk mengatur penyadapan. RUU ini menyeruak ke permukaan setelah diperdengarkannya penyadapan terhadap Anggodo Widjoyo sang pangeran kasus dihadapan Mahkamah Konstitusi.

Perlukah UU seperti ini?kalau bagi saya sendiri saya rasa tidak perlu,sudah terlalu banyak undang-undang yang dibuat oleh DPR dan pemerintah yang saya rasa kurang penting dan hanya dibuat semata-mata untuk mempertahankan status quo-nya. Sudah terlalu banyak uang negara yang dibuat dalam rapat-rapat DPR dan pemerintah yang kurang tepat sasaran dalam memenuhi hajat hidup rakyat banyak. Seharusnya pemerintah dan DPR lebih mementingkan pembuatan undang-undang yang sifatnya lebih mendesak dan sesuai kebutuhan saat ini.
Baca entri selengkapnya »

Iklan

Pantun Guru

Januari 17, 2010

Nasibmu Guru

Pantun Guru

Supermarket tersebar dimana-mana

Indomaret, Ramayana, dan matahari

Jasamu takkan kulupa

Bagai bumi yang disinari mentari

Baca entri selengkapnya »

Laporan Penelitian Pasar Klitikan Pakuncen Yogyakarta

Januari 17, 2010

pasar-klitikan-pakuncen Yogyakarta

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Setiap masyarakat selama hidupnya pasti mengalami perubahan. Perubahan bagi masyarakat yang bersangkutan maupun bagi orang luar yang menelaahnya, dapat berupa perubahan-perubahan yang tidak menarik dalam arti kurang mencolok. Ada pula perubahan-perubahan yang pengaruhnya terbatas maupun yang luas, serta ada pula perubahan-perubahan yang lambat sekali, tetapi ada juga yang berjalan cepat.

Laporan observasi ini kami susun untuk memenuhi tugas mata kuliah perubahan sosial budaya. Laporan ini adalah hasil dari pengamatan yang kami lakukan bersama di objek pasar klithikan, Wirobradjan, Yogyakarta. Kami melakukan pengumpulan data dengan menggunakan metode wawancara dengan narasumber yang kami anggap tahu seluk-beluk pasar klithikan pakuncen ini. Kami mengambil narasumber dari pedagang yang ada di pasar klithikan tersebut dan kepala pasar (lurah pasar sebutan dari pedagang), masyarakat sekitar, dan juru parkir. Selain menggunakan metode wawancara,kami juga menggunakan metode observasi non-partisipasi. Baca entri selengkapnya »

Laporan Penelitian Terkait Waria

Januari 17, 2010

waria-Indonesia

BAB I

Pendahuluan

    1. Latar Belakang

Secara ekstrim, masyarakat kita seringkali hanya mengakui segala hal pada dua wilayah yang saling bertentangan, seperti hitam-putih, kaya-miskin, dan pandai-bodoh. Pada wilayah jenis kelamin dan orientasi seks pun, masyarakat secara diskrit hanya mengakui jenis kelamin laki-laki dan perempuan, laki-laki dengan kemaskulinannya dan perempuan dengan kefeminimannya. Keduanya dikonstruksikan pada posisi masing-masing, dan tidak boleh saling bertukar ataupun meramu dua jati tersebut dalam satu tubuh.

Baca entri selengkapnya »

UU ITE “BENTUK KRETIFITAS, EKSPRESI, DAN KEBEBASAN BERPENDAPAT YANG DIKEBIRI”

Januari 17, 2010

Gambar Korban UU ITE

UU ITE yang saat ini tengah banyak dibicarakan masyarakat terkait beberapa kasus yang menyertainya seperti kasus Prita Mulyasari dan kasus artis cantik Luna Maya, memang sungguh menyesakkan dada. Bagaimana tidak, di era kebebasan berkespresi dalam ranah demokrasi seperti saat ini, masih saja lahir undang-undang yang saya nilai mengebiri kreatifitas, ekspresi dan kebebasan berpendapat masyarakat. Pasal yang dinilai pengebirian ini terutama, yaitu :

Pasal 27 ayat (3) UU ITE menyatakan: “Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.”

Baca entri selengkapnya »

Car Free Day

Januari 17, 2010
Senangnya car Free day

Udara yang segar bisa dihirup di perkotaan jika ada car free day

Saya rasa kita semua tahu bahwa udara yang kita hirup saat ini sudah sangat tercemar, kurang sehat, dan pengap, terutama di daerah perkotaan. Penyebabnya sangat bermacam-macam, bisa berasal dari debu yang beterbangan, asap-asap pabrik industri, asap pembakaran sampah, asap rokok dan yang paling parah adalah asap sisa pembakaran yang keluar dari knalpot kendaraan bermotor. Asap kendaraan bermotor ini memegang factor yang cukup besar sebagai pencemar dan perusak kebersihan dan kesehatan udara karena banyak mengandung zat berbahaya seperti Pb, NOx, Sox, HC dan CO.

Banyak penyakit yang bisa disebabkan oleh udara yang kurang sehat ini, misalnya pusing, batuk-batuk, sesak nafas dan bahkan gangguan syaraf/emosional. Hal-hal diatas merupakan masalah mikro, apabila pencemaran udara dilakukan dalam skala massif dan jika kita berbicara masalah makro maka hal yang bisa disebakan dari pencemaran udara yaitu pemanasan global atau biasa kita kenal dengan global warming.

Untuk mengatasi masalah ini, pada Bulan September 2002, WHO, sebagai organisasi yang menangani kesehatan sedunia akhirnya bertindak dan mencanangkan/mencetuskan hari bebas kendaraan bermotor sedunia yang dikenal sebagai World Car Free Day. (dikutip dari www. Pewarta-Indonesia.com)

Car Free Day merupakan salah satu solusi alternatif agar udara yang kita hirup sejenak bisa steril dari berbagai zat-zat berbahaya, pencemaran udara di kota, dan pencemaran udara di dunia pada umumnya. Di Indonesia sendiri Car Free Day sejauh yang saya ketahui masih diterapkan di Jakarta saja. Itupun hanya dilakukan pada hari minggu dan hanya dibeberapa ruas jalan saja. Untuk kedepannya saya secara pribadi mengharap kegiatan Car Free Day ini dapat diterapkan di berbagai kota besar ibukota provinsi di Indonesia seperti Surabaya, Semarang, Medan, Yogyakarta, Bandung, Lampung, Denpasar, dan lain-lain ataupun daerah ibukota kabupaten seperti, Gresik, Sleman, Bantul, Ponorogo, Banjarnegara, Magelang, Bekasi, Wonogiri, Pekalongan, dan lain-lain.

Baca entri selengkapnya »

“CENTURY” IRONI NEGERI YANG TAK PERNAH BELAJAR

Januari 17, 2010

asus Bank Century tak kunjung usai dan menemukan titik terang, itulah kenyataan dari sebuah ironi yang melanda negeri yang besar ini.

Bank Indonesia dan pemerintah tampaknya tak pernah belajar dari sejarah, kasus serupa yang sangat mirip dengan kasus Century yang nyata-nyata pernah terjadi di negeri ini tak pernah dijadikan pelajaran. Aliran dana BLBI sebesar 700 triliun, bahkan ada yang mengatakan mencapai 1000 triliun yang seakan raib tanpa kejelasan tampaknya akan dimakmumi oleh kasus Bank Century ini. Baca entri selengkapnya »

LEGITIMASI PEMILWA HIMA DILOGI TERANCAM

Januari 9, 2010

Sebelum saya menulis mengenai artikel ini, ada baiknya saya menyampaikan bahwa tidak ada motif apapun dalam judul maupun isi artikel ini, saya hanya mencoba mengembangkan kemampuan menulis dan daya kritis terhadap sesuatu yang saya lihat.

Dalam ilmu politik, legitimasi diartikan seberapa jauh masyarakat mau menerima dan mengakui kewenangan, keputusan atau kebijakan yang diambil oleh seorang pemimpin. Dalam konteks legitimasi, maka hubungan antara pemimpin dan masyarakat yang dipimpin lebih ditentukan adalah keputusan masyarakat untuk menerima atau menolak kebijakan yang diambil oleh sang pemimpin. (http://id.wikipedia.org/wiki/Legitimasi) diakses tanggal 02 Januari 2010.

Konsep legitimasi berkaitan dengan sikap masyarakat terhadap kewenangan, artinya apakah masyarakat menerma dan mengakui hak moral pemimpin untuk membuat dan melaksanakan keputusan yang mengikat msayarakat ataukah tidak?apabila masyarakat menerima dan mengakui hak moral pemimpin untuk membuat dan melaksanakan keputusan yang mengikat masyarakat maka kewenangan itu dikategorikan berlegitimasi.(Surbakti, Ramlan. 2009. Memahami Ilmu Politik. Jakarta:Grasindo)

Melihat fakta di lapangan ketika saya melihat dan mengamati kegiatan pemilihan ketua Himpunan Mahasiswa Pendidikan Sosiologi (HIMA DILOGI) yang serentak digelar dengan pemilihan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM Fakultas) dan Badan Eksekutif Mahasiswa Tingkat Universitas (BEM REMA UNY). Saya mengamati dan melihat partisipasi yang minim dari mahasiswa pendidikan sosiologi yang mempunyai hak pilih.

Mahasiswa pendidikan sosiologi yang mempunyai hak pilih yaitu dari angkatan 2006 hingga 2009, yang tercatat berjumlah sekitar 400 mahasiswa, dari jumlah yang ada tersebut, yang menggunakan hak pilih hanya 190 mahasiswa. Hal ini tentu sangat mengecewakan dan mengancam legitimasi dari hasil pemilwa Dilogi pada khususnya, dan hasil pemilwa fakultas dan BEM REMA UNY pada umumnya, karena kami tidak mengamati presentasi 2 pemilwa yang terakhir.

Presentasi mahasiswa Dilogi yang tidak mencapai 50% ini, disebabkan beberapa hal, tetapi faktor utama dari banyaknya golput dari pemilwa kali ini yaitu karena bertepatannya hari pemilihan dengan tidak adanya perkuliahan pada beberapa angkatan yaitu angkatan 2007 non reguler dan angkatan 2006 yang telah jarang ke kampus karena telah menyelesaikan banyak perkuliahan (sks), selain hal tersebut menurut pengamatan, bincang-bincang dan diskusi dengan berbagai pihak beberapa hal lain diantaranya: ”gagalnya” pendekatan kepada mahasiswa baru angkatan 2009 pada acara makrab, sehingga juga terlihat cukup banyak angkatan 2009 yang memilih tidak menggunakan hak pilihnya pada pemilwa kemarin. Adanya kekosongan kertas suara tingkat universitas dan partai mahasiswa di lokasi pemilihan yang tanpa kepastian dari pihak panitia pemilihan umum sehingga banyak mahasiswa yang hendak memilih diminta menunggu tanpa kepastian yang jelas sampai pukul 14.00 sehingga membuat mahasiswa yang hendak memilih kebingungan dan akhirnya mengurungkan niatnya untuk berpartisipasi.

Salah satu tolak ukur legitimasi adalah jumlah pemilih yang memilih secara keseluruhan, jumlah pemilih dibawah 50% dari sebuah pemilihan umum juga bisa menggambarkan minimnya legitimasi. Sebuah legitimasi juga bisa dipertanyakan apabila disinyalir terdapat banyak kecurangan dalam pemilu, jumlah pemilih dari salah satu calon tidak melebihi 30% dari keseluruhan jumlah pemilih, pemilihan yang tidak sesuai dengan perundang-undangan/peraturan.dll

Kami secara pribadi berharap minimnya partisipasi pada pemilihan ketua HIMA DILOGI tahun ini tidak mengurangi legitimasi terhadap hasil pemilihannya sendiri, karena penyebabnya saya yakini bukan akibat dari kecurangan yang terstruktur, tetapi kami berharap tidak akan terulang lagi pada masa yang akan datang, walaupun golput itu sebuah pilihan tetapi jika golputnya seseorang bukan murni dari hatinya, atau karena berbagai faktor tentu hal ini sangat disayangkan.

Semoga HIMA DILOGI tahun ini dan di masa yang akan datang akan terus jaya dan dapat terus berkarya, demi kejayaan nusa dan bangsa.

"seorang mahasiswa sedang melakukan pemilihan"

Hello world!

Januari 2, 2010

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!