LEGITIMASI PEMILWA HIMA DILOGI TERANCAM


Sebelum saya menulis mengenai artikel ini, ada baiknya saya menyampaikan bahwa tidak ada motif apapun dalam judul maupun isi artikel ini, saya hanya mencoba mengembangkan kemampuan menulis dan daya kritis terhadap sesuatu yang saya lihat.

Dalam ilmu politik, legitimasi diartikan seberapa jauh masyarakat mau menerima dan mengakui kewenangan, keputusan atau kebijakan yang diambil oleh seorang pemimpin. Dalam konteks legitimasi, maka hubungan antara pemimpin dan masyarakat yang dipimpin lebih ditentukan adalah keputusan masyarakat untuk menerima atau menolak kebijakan yang diambil oleh sang pemimpin. (http://id.wikipedia.org/wiki/Legitimasi) diakses tanggal 02 Januari 2010.

Konsep legitimasi berkaitan dengan sikap masyarakat terhadap kewenangan, artinya apakah masyarakat menerma dan mengakui hak moral pemimpin untuk membuat dan melaksanakan keputusan yang mengikat msayarakat ataukah tidak?apabila masyarakat menerima dan mengakui hak moral pemimpin untuk membuat dan melaksanakan keputusan yang mengikat masyarakat maka kewenangan itu dikategorikan berlegitimasi.(Surbakti, Ramlan. 2009. Memahami Ilmu Politik. Jakarta:Grasindo)

Melihat fakta di lapangan ketika saya melihat dan mengamati kegiatan pemilihan ketua Himpunan Mahasiswa Pendidikan Sosiologi (HIMA DILOGI) yang serentak digelar dengan pemilihan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM Fakultas) dan Badan Eksekutif Mahasiswa Tingkat Universitas (BEM REMA UNY). Saya mengamati dan melihat partisipasi yang minim dari mahasiswa pendidikan sosiologi yang mempunyai hak pilih.

Mahasiswa pendidikan sosiologi yang mempunyai hak pilih yaitu dari angkatan 2006 hingga 2009, yang tercatat berjumlah sekitar 400 mahasiswa, dari jumlah yang ada tersebut, yang menggunakan hak pilih hanya 190 mahasiswa. Hal ini tentu sangat mengecewakan dan mengancam legitimasi dari hasil pemilwa Dilogi pada khususnya, dan hasil pemilwa fakultas dan BEM REMA UNY pada umumnya, karena kami tidak mengamati presentasi 2 pemilwa yang terakhir.

Presentasi mahasiswa Dilogi yang tidak mencapai 50% ini, disebabkan beberapa hal, tetapi faktor utama dari banyaknya golput dari pemilwa kali ini yaitu karena bertepatannya hari pemilihan dengan tidak adanya perkuliahan pada beberapa angkatan yaitu angkatan 2007 non reguler dan angkatan 2006 yang telah jarang ke kampus karena telah menyelesaikan banyak perkuliahan (sks), selain hal tersebut menurut pengamatan, bincang-bincang dan diskusi dengan berbagai pihak beberapa hal lain diantaranya: ”gagalnya” pendekatan kepada mahasiswa baru angkatan 2009 pada acara makrab, sehingga juga terlihat cukup banyak angkatan 2009 yang memilih tidak menggunakan hak pilihnya pada pemilwa kemarin. Adanya kekosongan kertas suara tingkat universitas dan partai mahasiswa di lokasi pemilihan yang tanpa kepastian dari pihak panitia pemilihan umum sehingga banyak mahasiswa yang hendak memilih diminta menunggu tanpa kepastian yang jelas sampai pukul 14.00 sehingga membuat mahasiswa yang hendak memilih kebingungan dan akhirnya mengurungkan niatnya untuk berpartisipasi.

Salah satu tolak ukur legitimasi adalah jumlah pemilih yang memilih secara keseluruhan, jumlah pemilih dibawah 50% dari sebuah pemilihan umum juga bisa menggambarkan minimnya legitimasi. Sebuah legitimasi juga bisa dipertanyakan apabila disinyalir terdapat banyak kecurangan dalam pemilu, jumlah pemilih dari salah satu calon tidak melebihi 30% dari keseluruhan jumlah pemilih, pemilihan yang tidak sesuai dengan perundang-undangan/peraturan.dll

Kami secara pribadi berharap minimnya partisipasi pada pemilihan ketua HIMA DILOGI tahun ini tidak mengurangi legitimasi terhadap hasil pemilihannya sendiri, karena penyebabnya saya yakini bukan akibat dari kecurangan yang terstruktur, tetapi kami berharap tidak akan terulang lagi pada masa yang akan datang, walaupun golput itu sebuah pilihan tetapi jika golputnya seseorang bukan murni dari hatinya, atau karena berbagai faktor tentu hal ini sangat disayangkan.

Semoga HIMA DILOGI tahun ini dan di masa yang akan datang akan terus jaya dan dapat terus berkarya, demi kejayaan nusa dan bangsa.

"seorang mahasiswa sedang melakukan pemilihan"

Tag: , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: