Car Free Day


Senangnya car Free day

Udara yang segar bisa dihirup di perkotaan jika ada car free day

Saya rasa kita semua tahu bahwa udara yang kita hirup saat ini sudah sangat tercemar, kurang sehat, dan pengap, terutama di daerah perkotaan. Penyebabnya sangat bermacam-macam, bisa berasal dari debu yang beterbangan, asap-asap pabrik industri, asap pembakaran sampah, asap rokok dan yang paling parah adalah asap sisa pembakaran yang keluar dari knalpot kendaraan bermotor. Asap kendaraan bermotor ini memegang factor yang cukup besar sebagai pencemar dan perusak kebersihan dan kesehatan udara karena banyak mengandung zat berbahaya seperti Pb, NOx, Sox, HC dan CO.

Banyak penyakit yang bisa disebabkan oleh udara yang kurang sehat ini, misalnya pusing, batuk-batuk, sesak nafas dan bahkan gangguan syaraf/emosional. Hal-hal diatas merupakan masalah mikro, apabila pencemaran udara dilakukan dalam skala massif dan jika kita berbicara masalah makro maka hal yang bisa disebakan dari pencemaran udara yaitu pemanasan global atau biasa kita kenal dengan global warming.

Untuk mengatasi masalah ini, pada Bulan September 2002, WHO, sebagai organisasi yang menangani kesehatan sedunia akhirnya bertindak dan mencanangkan/mencetuskan hari bebas kendaraan bermotor sedunia yang dikenal sebagai World Car Free Day. (dikutip dari www. Pewarta-Indonesia.com)

Car Free Day merupakan salah satu solusi alternatif agar udara yang kita hirup sejenak bisa steril dari berbagai zat-zat berbahaya, pencemaran udara di kota, dan pencemaran udara di dunia pada umumnya. Di Indonesia sendiri Car Free Day sejauh yang saya ketahui masih diterapkan di Jakarta saja. Itupun hanya dilakukan pada hari minggu dan hanya dibeberapa ruas jalan saja. Untuk kedepannya saya secara pribadi mengharap kegiatan Car Free Day ini dapat diterapkan di berbagai kota besar ibukota provinsi di Indonesia seperti Surabaya, Semarang, Medan, Yogyakarta, Bandung, Lampung, Denpasar, dan lain-lain ataupun daerah ibukota kabupaten seperti, Gresik, Sleman, Bantul, Ponorogo, Banjarnegara, Magelang, Bekasi, Wonogiri, Pekalongan, dan lain-lain.

Sebenarnya, kegiatan yang hampir mirip Car Free Day ini sudah diterapkan di Bali, tepatnya pada hari Nyepi. Pada hari Nyepi masyarakat Bali yang beragama Hindu sudah menerapkan hal ini. Pada hari itu hampir seluruh masyarakat Bali tidak melakukan kegiatan apapun dan berdiam diri di rumah, bahkan menyalakan listrik. Sedangkan bagi masyarakat yang beragama lain juga melakukan penghormatan sebagai bentuk solidaritas antar umat beragama.

Sudah waktunya kita sadar dan lebih mencintai bumi kita dengan segala upaya yang kita bisa, mencintai bumi kita dengan menjaganya sama juga mencintai dan menjaga diri kita serta menjaga kelangsungan hidup anak cucu kita.

Tag: , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: